BSM Kenalkan Program Ayo Berhaji Aman dan Terencana

BSM Kenalkan Program Ayo Berhaji Aman dan Terencana

 

Bagi Bank Syariah Mandiri (BSM), tabungan haji dan umrah menjadi salah satu prioritasnya di tahun 2018 ini. Paling gres, BSM punya program Ayo Berhaji Aman dan Terencana (Abatana). Lewat program tersebut, BSM ingin membantu nasabah yang belum pernah berhaji untuk melakukan perencanaan haji.

Syarat dalam program ini pun terbilang mudah. Untuk bisa mengikuti program ini, nasabah harus memiliki tabungan BSM (sebagai source of payment) dan Tabungan Mabrur/Mabrur Junior (sebagai payment target).

Sementara, setoran bulanan minimalnya mulai dari Rp 100 ribu. Setoran itu secara otomatis di-autodebet dari rekening tabungan BSM ke rekening Tabungan Mabrur/Mabrur Junior. Program Abatana ini sendiri berlangsung sampai Desember 2018.

Kepala Cabang BSM Malang Ninik S. Hajjah secara spesifik menyebutkan bahwa Tabungan Mabrur merupakan tabungan yang menampung mata uang rupiah. ”Tabungan mabrur ini menggunakan prinsip mudharabah muthlaqah,” ujar Ninik kemarin (22/2).
Dijelaskannya, uang tidak bisa dicairkan sampai jangka waktu program berakhir. ”Tapi bisa juga dicairkan untuk pelunasan biaya penyelenggaran haji atau umrah,” jelasnya.

Adapun, saldo minimal untuk mendaftar ke Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) adalah Rp 25.100.000. Itu sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Agama (Kemenag). Terkait syarat dokumen yang dibutuhkan, nasabah hanya perlu menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku. Baik KTP, SIM, atau paspor.

Lebih lanjut, Ninik juga menjelaskan tentang Tabungan Mabrur Junior. Sejatinya, tabungan ini sama dengan Tabungan Mabrur.

”Bedanya, yang tercantum pada BSM Tabungan Mabrur Junior adalah nama anak,” kata dia. Untuk administrasi, BSM mensyarakatkan kepada nasabah untuk menunjukkan KTP/SIM/Paspor orang tua dan akta lahir anak.

Bagi nasabah ingin mendaftar program tabungan untuk umrah saja, BSM juga memberikan fasilitas. Yakni, lewat program pembiayaan umrah.

”Ini merupakan pembiayaan jangka pendek yang dapat digunakan sebagai fasilitas kebutuhan biaya untuk menjalankan ibadah umrah. Namun, tidak terbatas untuk tiket akomodasi, tapi dapat digunakan juga untuk biaya persiapan umrah lainnya,” kata dia.

(sumber: http://www.radarmalang.id)



BSM Editor