Bank Syariah Mandiri dan Laznas BSMU Luncurkan Program ISDP

Bank Syariah Mandiri dan Laznas BSMU Luncurkan Program ISDP

 

YOGYAKARTA - Bank Syariah Mandiri dan Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZNAS BSM Umat) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM)  meluncurkan Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP).

ISDP merupakan program beasiswa Mandiri Syariah dan LAZNAS BSM Umat berupa uang saku, uang SPP,  mentoring ke Islaman, permodalan, pelatihan/magang kewirausahaan serta pendampingan usaha.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Toni EB Subari disaksikan Direktur Bank Mandiri Kartini Sally menyerahkan secara simbolis program ISDP kepada Wakil Rektor Kerjasama dan Alumni Dr Paripurna Poerwoko Sugarda di UGM, Yogyakarta, Selasa (19/12/2017).

Program senilai Rp1.9 Milyar untuk 25 mahasiswa ini bertujuan mencetak wirausahawan muda yang memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Toni EB Subari mengatakan, program ISDP ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pengusaha muda.
“ISDP merupakan program yang memang arahnya pas dengan kebijakan pemerintah, agar bisa melahirkan para pemuda yang mandiri dan bisa berwirausaha dengan segala keterampilan yang dimilikinya,” kata Toni saat memberi sambutan.

Selain itu menurut Toni, diluncurkannya kegiatan ISDP ini merupakan fokus dan concern BSM dan Laznas BSM Umat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“ISDP ini sebagai bagian dari kepedulian BSM, tetap concern dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sehingga bisa mendorong dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mahasiswa UGM mengenai bidang sociopreneur secara umum.

“Sekaligus membangun, memotivasi serta mengembangkan minat dan bakat untuk mampu  meningkatkan potensi diri setelah lulus dari jenjang perguruan tinggi menjadi entrepreneur sejati,” tutur Rizqi Okto.

Lebih lanjut dikatakan Rizqi, para mahasiswa ini dituntut untuk mampu memberikan dampak positif khususnya dari sisi sosial ekonomi masyarakat. Mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan (agent of change), diharapkan tidak hanya memberi perubahan dari segi intelektualitas saja, tetapi dapat menciptakan dan melahirkan entrepreneur yang  terampil dan mandiri.

“Bersama Laznas BSM Umat,  mahasiswa akan diberikan beasiswa, pendampingan dan pengetahuan untuk menjadi pengusaha yang sukses,” tandasnya.



BSM Editor