Reksadana

 

Aman

Aman

Investasi yang aman
Mudah

Mudah

Proses yang mudah dan cepat
Online

Menguntungkan

Dilayani di berbagai cabang/outlet
Reksadana


saya berminat

Bank Syariah Mandiri telah terdaftar dan memiliki izin sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dari Otoritas Jasa Keuangan dhi. BAPEPAM-LK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana No.25/BL/STTD/APERD/2007 tanggal 24 April 2007.

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana Konvensional

Reksa Dana Syariah
Reksa Dana Konvensional
Dikelola sesuai prinsip syariah Dikeloka tanpa memperhatikan prinsip syariah
Investasi hanya pada Efek Syariah Investasi pada seluruh efek
Terdapat mekanisme pembersihan harta Non-Halal (cleansing) Tidak menggunakan konsep pembersihan harta
Wajib dikelola oleh profesional yang mengerti kegiatan yang dilarang berdasarkan prinsip syariah dan diawasi oleh DPS Profesional yang mengelola tidak wajib mengerti kegiatan yang dilarang berdasarkan prinsip syariah

Jenis-Jenis Reksa Dana Syariah

  • Reksa Dana Syariah Pasar Uang
    Reksa Dana Syariah Pasar Uang adalah Reksa Dana yang hanya melalukan investasi pada instrumen pasar uang syariah dalam negeri dan/atau efek syariah berpendapatan tetap yang jangka waktu atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun.
  • Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap
    Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek syariah berpendapatan tetap.
  • Reksa Dana Syariah Campuran
    Manajer Investasi yang mengelola Reksa Dana Syariah Campuran hanya dapat melakukan investasi pada Efek Syariah Berpendapatan Tetap, Efek Syariah bersifat ekuitas, dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri yang sesuai dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal dengan ketentuan:
    1. Investasi pada salah satu instrumen investasi tersebut paling banyak adalah 79% (tujuh puluh sembilan persen) dari Nilai Aktiva Bersih; dan
    2. Portofolio Reksa Dana Syariah tersebut wajib berisi Efek Syariah bersifat ekuitas dan Efek Syariah Berpendapatan Tetap.
  • Reksa Dana Syariah Saham
    Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek saham syariah.

Manfaat dan Risiko Reksa Dana

  • Manfaat Reksa Dana
    1. Kemudahan akses berinvestasi
      Akses calon investor untuk berinvestasi di Reksa Dana sangat mudah. Investasi Reksa Dana dapat melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana, Manajer Investasi bahkan aplikasi elektronik.
    2. Dikelola oleh Manajemen Profesional
      Manajer Investasi merupakan manajemen profesional yang memiliki keahlian khusus dalam bidang pengelolaan dana. Perannya sangat penting karena mereka melayani para investor yang hanya memiliki keterbatasan waktu dan tidak dapat melakukan riset terhadap perusahaan dan investasinya secara langsung untuk menganalisis harga efek dan akses informasi ke pasar modal.
    3. Diversifikasi Investasi
      Reksa Dana merupakan jenis investasi yang tidak hanya terfokus pada satu investasi pada satu perusahaan. Ini akan mengurangi risiko yang ada dalam Reksa Dana tersebut meski tidak dapat menghilangkannya.
    4. Likuiditas Tinggi
      Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya. Dengan likuiditas yang tinggi, investor dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai dengan ketetapan yang dibuat masing-masing Reksa Dana.
    5. Dana Investasi Rendah
      Dana Investasi yang dibutuhkan berinvestasi di Reksa Dana tergolong jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain.
    6. Transparansi
      Jenis investasi ini jelas memberikan informasi perkembangan portofolio serta biaya secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan supaya pemegang Unit Penyertaan bisa memantau keuntungan, biaya, serta risiko setiap saat. MI selaku pengelola reksa dana juga wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih setiap hari di surat kabar dan menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan juga prospektus yang dilakukan secara teratur. Dengan adanya transparansi informasi ini, para investor juga dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.
  • Risiko Reksa Dana
    1. Risiko berkurangnya nilai unit pernyataan
      Risiko ini merupakan risiko utama dalam berinvestasi di Reksa Dana. Berkurangnya jumlah Unit Penyertaan Anda pada sebuah Reksa Dana terjadi karena adanya fluktuasi dari harga aset-aset atau efek pada Reksa Dana tersebut.
    2. Risiko Likuditas
      Manajer Investasi tidak dapat dengan segera melunasi transaksi penjualan kembali unit penyertaan Reksa Dana Anda. Untuk mengurangi risiko itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengatur bahwa manajer investasi harus melunasi seluruh transaksi penjualan kembali paling lambat 7 hari bursa dari transaksi Anda.
    3. Risiko Wanprestasi
      Risiko yang disebabkan karena Efek berpendapatan tetap yang menjadi tujuan investasi Reksa Dana mengalami gagal bayar.

Daftar Reksa Dana di Bank Syariah Mandiri

No
Nama Reksa Dana
Jenis Reksa Dana
Manajer Investasi
1 Reksa Dana Syariah Mandiri Investasi Syariah Berimbang (MISB) Reksa Dana Syariah Campuran PT Mandiri Manajemen Investasi
2 Reksa Dana Syariah Mandiri Investa Atraktif Syariah (MITRAS) Reksa Dana Syariah Saham PT Mandiri Manajemen Investasi
3 Reksa Dana Syariah BNP Paribas Pesona Syariah Reksa Dana Syariah Saham PT BNP Paribas Investment Partners

Disclaimer

Bank hanya bertindak sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa dana adalah produk pasar modal dan BUKAN merupakan produk Bank sehingga tidak dijamin oleh Bank serta TIDAK termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan pemerintah atau penjaminan simpanan.

Investasi dalam Reksa Dana mengandung risiko investasi termasuk kemungkinan kehilangan modal pokok yang diinvestasikan. Tergantung dari jenis Reksa Dana, nilai investasi dapat berubah naik ataupun turun akibat fluktuasi Nilai Aktiva Bersih (NAB) sesuai kondisi pasar dan kualitas efek portfolio Reksa Dana bersangkutan serta faktor lain yang mempengaruhi nilai asset yang mendasari Reksa Dana terebut.