Pembiayaan Kepada BPRS

 

Pembiayaan Kepada BPRS

Adalah penyaluran pembiayaan kepada atau melalui Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) untuk pemenuhan kebutuhan end user (kolektif) yang mengajukan pembiayaan melalui BPRS.

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) adalah Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan dan yang telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998.

Produk BSM

Apa saja persyaratannya ?

Dokumen Legalitas

  • Curriculum Vitae Direksi dan Dewan Komisaris.
  • Identitas Pribadi Direksi dan Dewan Komisaris
  • Surat Ijin Usaha Bank Indonesia
  • Pengesahan Menteri Kehakiman dan HAM (bagi PT)
  • Tanda Daftar Perusahaan
  • Nomor Pokok Wajib Pajak
  • Surat Ijin Prinsip Bank Indonesia
  • Anggaran Dasar dan Perubahannya

Dokumen Keuangan dan Dokumen Pendukung Lainnya

  • Laporan Keuangan (Neraca dan Rugi Laba) 2 (dua) tahun terakhir dan tahun berjalan
  • Laporan bulanan per 31 Desember selama 2 tahun terakhir dan bulan berjalan yang diserahkan kepada Bank Indonesia
  • Laporan Keuangan (Neraca dan Rugi Laba) Audited bagi BPR/BPRS yang memiliki total Asset di atas Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah)
  • Tingkat Kesehatan 2 (dua) tahun terakhir dan tahun berjalan bagi BPR/BPRS
  • Rekening di Bank Umum/Bank Umum Syariah 6 (enam) bulan terakhir.
  • Ringkasan Laporan Kolektibilitas Pembiayaan posisi akhir tahun selama 2 (dua) tahun terakhir dan tahun berjalan
  • Laporan Batas Maksimum Pemberian Pembiayaan (BMPP)
  • Rencana Kerja (Business Plan) tahun berjalan
  • SOP (Standard Operating Procedure) Pembiayaan dan Operasional, SOP lainnya apabila diperlukan
  • Untuk pola channeling, BPR/BPRS menerbitkan Surat Pernyataan yang menyatakan bahwa dokumen pembiayaan end-user telah sesuai dengan persyaratan legalitas Bank dan setiap dokumen end-user yang berupa photocopy dinyatakan sesuai dengan aslinya.
saya berminat

 

  1. Kriteria BPRS
    • CAR > 8%
    • Lama beroperasi minimal 2 tahun
    • Hasil scoring mininal tier 4 (score >= 61)
    • Rasio NFP gross < 5%
    • DER < 10 kali
    • Legalitas sesuai ketentuan (SIUP/Surat Ijin Operasional, TDP, SKDP, NPWP)
    • Laporan keuangan audited (Asset > Rp 10 Miliar)
    • Memiliki DPS & UUS (Untuk LK Konvensional)
  2. Skema Pembiayaan
    • Pembiayaan Pola Executing adalah pembiayaan yang diberikan Bank kepada BPRS sebagai nasabah/end-user.
    • Pembiayaan Pola Channeling adalah pembiayaan yang diberikan Bank kepada nasabah/end-user melalui BPR/BPRS, dimana BPR/BPRS bertindak sebagai agen/wali.