Terdepan, Modern. Menenteramkan

Layanan 24 jam

Berita

Bersama BSM, Kerinduan Difabel akan Kampung Halaman Terobati

Genap lima tahun Arif Budiyanto tidak pulang ke Karang Anyar, Kebumen, Jawa Tengah. Kampung yang ditinggalnya telah berubah. Pengguna kursi roda ini harus mengingat keras untuk kembali mengungkap memorinya lima tahun lalu. Setiap gang desa Karang Anyar dia susuri demi kampung halaman yang dirindukan.

Suhartoyo atau yang biasa dipanggil MasYoyo, pendamping dari Kemensos yang menjadi pengemudi Mobil Akses Penyandang Disabilitas sempat berputar-putar mengajak Arif mengingat kembali. Memang, tidak mudah bagi difabel untuk mudik.

Kegiatan mudik ini merupakan kerjasama Bank Syariah Mandiri bersama Satgas Perlindungan Anak.

Trian Airlangga, tuna netra yang turut menjadi   penyelenggaraan Mudik Ramah Disabilitas 2017 menyampaikan ada 66 pemudik disabilitas yang diberangkatkan. “Memang banyak transportasi umum, namun tetap ada kebutuhan khusus yang harus dipersiapkan,” kata Trian, dalam siaran pers kepada Republika, Rabu (28/6).

Trian mengungkapkan salah satu faktor penting yang disiapkan adalah personal asisstant atau pendamping yang paham berinteraksi dengan Disabilitas dan juga aksesibilitas, sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Pelaksanaan mudik disabilitas ini turut menggandeng beberapa organisasi disabilitas, pemerintah, dan swasta. Menurut Trian, Kementerian Sosial tahun ini menyiapkan dua Mobil Akses Penyandang Disabilitas dan pendamping dari pekerja sosial.

Pelaksanaan mudik ini juga mendapat dukungan dari Bank Syariah Mandiri (BSM). Total ada 66 pemudik disabilitas yang menyebar dalam 22 bus dengan  harapan ada interaksi antara saudara disabilitas dan Non disabilitas.

Direktur Utama BSM Toni EB Subari mengatakan program ini untuk memfasilitasi para disabilitas mudik ke kampong halaman. ‘’Ini bentuk kepedulian kami kepada mereka,’’ Kebetulan BSM  memiliki program mudik berkah tahunan. ‘’Ini tahun ke 8,’’ kata Toni.

Untuk pemberagnkatan mudik disabilitas bagi BSM tahun ini merupakan yang kedua.

Trian mengakui masih banyak pemudik disabilitas lain yang belum bisa diberangkatkan. Etape pertama Mudik Ramah Disabilitas pada H-2 telah menempuh rute Indramayu-Tegal-Purbalingga-Kebumen-Solo untuk Mobil Akses Penyandang Disabilitas. Bus tersebut menuju kota-kota besar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Etape kedua H+4 akan menempuh arus balik menempuh rute Solo-Kebumen-Purbalingga-Tegal-Jakarta yang akan dilepas di BBRSBD Prof. Soeharso Solo Jl Tentara Pelajar, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah pada 30 Juni 2017 pukul 10.00 pagi. Dijadwalkan, Pemerintah Daerah, Kementerian Sosial, BSM akan melepas pemudik disabilitas.

Trian mengajak semua disabilitas yang mudik untuk berinteraksi mengenalkan aksessibilitas. Agar keluarga masyarakat lebih mengerti bahwa itu adalah hak dan mendukung kemandirian disabilitas.

Inisiator MRAD Ilma Sovri Yanti menyampaikan sejak 2015 pihaknya telah melakukan Sosialisasi, Edukasi, Advokasi dan Riset (SEAR) dalam mewujudkan Mudik Ramah Disabilitas.

Setelah melakukan ujicoba mudik pada Ramadhan 2016, tahun ini MRAD membuka pendaftaran umum. “Target kami 100 disabilitas bisa berangkat, namun pada kenyataannya armada terbatas. Sehingga 40 orang harus mengurungkan diri untuk Mudik,” ujar Ilma.


Bookmark and Share