Layanan 24 jam

Consumer Banking

Sukuk Negara Ritel

“Investasi Rakyat Penuh Manfaat” Bank Syariah Mandiri sebagai Agen Penjual di Pasar Perdana, menawarkan produk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang bersifat ritel atau yang dikenal dengan istilah Sukuk Negara Ritel. Sukuk Negara Ritel adalah Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara) yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di Pasar Perdana dalam negeri. Pemesanan pembelian Sukuk Negara Ritel hanya dapat dilakukan oleh perseorangan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku, dengan jumlah minimum pembelian ditetapkan oleh Pemerintah berdasarkan Memorandum Informasi yang diterbitkan setiap Penerbitan Sukuk Negara Ritel. Penunjukan Bank Syariah Mandiri sebagai Agen Penjual Sukuk Negara Ritel ditetapkan oleh Pemerintah. Produk Sukuk Negara Ritel yang ditawarkan oleh Bank Syariah Mandiri adalah sebagai berikut:

  1. Sukuk Negara Ritel Seri SR-001
  2. Telah jatuh tempo pada tanggal 25 Februari 2012

  3. Sukuk Negara Ritel Seri SR-002
  4. Telah jatuh tempo pada tanggal 10 Februari 2013

  5. Sukuk Negara Ritel Seri SR-003
  6. Telah jatuh tempo pada tanggal 23 Februari 2014

  7. Sukuk Negara Ritel Seri SR-004
  8. Bentuk SR-004 SBSN tanpa warkat (scripless)
    Akad Ijarah – Asset To Be Leased
    Underlying Asset
    • Proyek dalam APBN tahun 2012 dengan nilai dan spesifikasi sebagaimana tercantum dalam Dokumen Transaksi Aset.
    • Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan/atau bangunan.
    • Menteri Keuangan menetapkan rincian Proyek dan BMN yang akan digunakan sebagai Aset SBSN dalam rangka penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-004.
    Issuer Perusahaaan Penerbit SBSN Indonesia
    Investor Perorangan (individu) yang telah memiliki rekening di BSM
    Nilai Nominal Per Unit Rp1 juta
    Nilai Nominal Pemesanan pembelian Rp5 juta (5 unit) dan kelipatan Rp5 juta serta batas maksimum sebesar Rp 5 milliar
    Tenor 3 tahun 6 bulan
    Tradability Tradable
    Kupon 6,25% p.a dan dibayarkan setiap bulan pada tanggal 21
    Masa Penawaran 5 Maret 2012 s.d 16 Maret 2012 jam 10.00 WIB BSM hanya melayani pemesanan pembelian dari tanggal 5 Maret 2012 s.d 15 Maret 2012, mulai jam 08.00 s.d. 13.00 WIB.
    Tanggal Penerbitan 21 Maret 2012.
    Tanggal Jatuh Tempo 21 September 2015.
    Tanggal Penjatahan 19 Maret 2012.
    Tanggal Setelmen 21 Maret 2012.
    Tanggal Pencatatan di Bursa 22 Maret 2012.
    Nominal Pelunasan At par (100%), bullet payment
    Agen Pembayar Bank Indonesia
    Subregistry Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui Partisipan/Nasabah Subregistry: Kustodian Bank Bukopin
    Pasar Perdana:
    • Biaya
    • Biaya Materai untuk Pernyataan dan Kuasa dan Pembukaan Rekening Surat Berharga di Kustodian Bank Bukopin
    • Biaya penyimpanan Efek di Kustodian Bank Bukopin sebesar 0.025% p.a minimum Rp5.000/bulan. Biaya penyimpanan Efek dibayarkan setiap bulan dengan pemotongan secara langsung dari Imbalan/Kupon SR-004 yang diterima nasabah.
    • Pajak Pajak Kupon sebesar 15% (PPh Final) (PP No. 16 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi)
    Pasar Sekunder:
    • Biaya Transaksi Rp 25.000 per transaksi. Apabila nasabah ingin membeli SR-004 di Pasar Sekunder maka biaya ditambah dengan biaya-biaya yang dikenakan di Pasar Perdana.
    • Pajak capital gain dan kupon berjalan (accrued return) sebesar 15% (PPh Non Final), dikenakan apabila nasabah melakukan penjualan Sukuk Negara Ritel di Pasar Sekunder.
  9. Sukuk Negara Ritel Seri SR-005
  10. Bentuk SR-005 SBSN tanpa warkat (scripless)
    Akad Ijarah – Asset To Be Leased
    Underlying Asset
    • Proyek dalam APBN tahun 2013 dengan nilai dan spesifikasi sebagaimana tercantum dalam Dokumen Transaksi Aset
    • Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan/atau bangunan
    • Menteri Keuangan menetapkan rincian Proyek dan BMN yang akan digunakan sebagai Aset SBSN dalam rangka penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-005
    Issuer Perusahaaan Penerbit SBSN Indonesia
    Investor Perorangan (individu) yang telah memiliki rekening di BSM
    Nilai Nominal Per Unit Rp1 juta
    Nilai Nominal Pemesanan pembelian Rp5 juta (5 unit) dan kelipatan Rp5 juta serta batas maksimum sebesar Rp 5 milliar
    Tenor 3 tahun
    Tradability Tradable
    Kupon 6% p.a dan dibayarkan setiap bulan pada tanggal 27
    Masa Penawaran 8 Februari s.d. 22 Februari 2013 jam 10.00 WIB BSM hanya melayani pemesanan pembelian dari tanggal 8 Februari s.d. 21 Februari 2013, mulai jam 08.00 s.d. 13.00 WIB
    Tanggal Penerbitan 27 Februari 2013
    Tanggal Jatuh Tempo 27 Februari 2016
    Tanggal Penjatahan 25 Februari 2013
    Tanggal Setelmen 27 Februari 2013
    Tanggal Pencatatan di Bursa 28 Februari 2013
    Nominal Pelunasan At par (100%), bullet payment
    Agen Pembayar Bank Indonesia
    Subregistry Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui Partisipan/Nasabah Subregistry: Kustodian Bank Bukopin
    Pasar Perdana:
    • Biaya
    • Biaya Materai untuk Pernyataan dan Kuasa dan Pembukaan Rekening Surat Berharga di Kustodian Bank Bukopin
    • Biaya penyimpanan Efek di Kustodian Bank Bukopin sebesar 0.025% p.a minimum Rp5.000/bulan. Biaya penyimpanan Efek dibayarkan setiap bulan dengan pemotongan secara langsung dari Imbalan/Kupon SR-005 yang diterima nasabah.
    • Pajak Pajak Kupon sebesar 15% (PPh Final)
    Pasar Sekunder:
    • Biaya Transaksi Rp 25.000 per transaksi. Apabila nasabah ingin membeli SR-005 di Pasar Sekunder maka biaya ditambah dengan biaya-biaya yang dikenakan di Pasar Perdana.
    • Pajak capital gain dan kupon berjalan (accrued return) sebesar 15% (PPh Non Final), dikenakan apabila nasabah melakukan penjualan Sukuk Negara Ritel di Pasar Sekunder.
  11. Sukuk Negara Ritel Seri SR-006
  12. Bentuk SR-006 SBSN tanpa warkat (scripless)
    Akad Ijarah – Asset To Be Leased
    Underlying Asset
    • Proyek dalam APBN tahun 2014 dengan nilai dan spesifikasi sebagaimana tercantum dalam Dokumen Transaksi Aset
    • Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan/atau bangunan
    • Menteri Keuangan menetapkan rincian Proyek dan BMN yang akan digunakan sebagai Aset SBSN dalam rangka penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-006
    Issuer Perusahaaan Penerbit SBSN Indonesia
    Investor Individu Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki rekening di BSM
    Nilai Nominal Per Unit Rp1 juta
    Nilai Nominal Pemesanan pembelian Rp5 juta (5 unit) dan kelipatan Rp5 juta serta batas maksimum sebesar Rp 5 milliar
    Tenor 3 tahun
    Tradability Tradable, dengan holding period selama 1 (satu) periode kupon
    Kupon 8,75% p.a dan dibayarkan setiap bulan pada tanggal 5
    Masa Penawaran 14 Februari s.d. 28 Februari 2014 jam 10.00 WIB BSM hanya melayani pemesanan pembelian dari tanggal 14 Februari s.d. 27 Februari 2014, mulai jam 08.00 s.d. 13.00 WIB
    Tanggal Penerbitan 5 Maret 2014
    Tanggal Jatuh Tempo 5 Maret 2017
    Tanggal Penjatahan 3 Maret 2014
    Tanggal Setelmen 5 Maret 2014
    Tanggal Pencatatan di Bursa 6 Maret 2014
    Nominal Pelunasan At par (100%), bullet payment
    Agen Pembayar Bank Indonesia
    Subregistry Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui Partisipan/Nasabah Subregistry: Kustodian Bank Bukopin
    Pasar Perdana:
    • Biaya
    1. Biaya Materai untuk Pernyataan dan Kuasa dan Pembukaan Rekening Surat Berharga di Kustodian Bank Bukopin
    2. Biaya penyimpanan Efek di Kustodian Bank Bukopin sebesar 0.025% p.a minimum Rp5.000/bulan ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Biaya penyimpanan Efek dibayarkan setiap bulan dengan pemotongan secara langsung dari Imbalan/Kupon SR-006 yang diterima nasabah.
    • Pajak Pajak Kupon sebesar 15% (PPh Final)
    Pasar Sekunder:
    • Biaya Transaksi Rp25.000 per transaksi. Apabila nasabah ingin membeli SR-006 di Pasar Sekunder maka biaya ditambah dengan biaya-biaya yang dikenakan di Pasar Perdana.
    • Pajak capital gain dan kupon berjalan (accrued return) sebesar 15% (PPh Non Final), dikenakan apabila nasabah melakukan penjualan Sukuk Negara Ritel di Pasar Sekunder dan diperhitungkan pada SPT Tahunan.
  13. Sukuk Negara Ritel Seri SR-007
  14. Bentuk SR-007 SBSN tanpa warkat (scripless)
    Akad Ijarah – Asset To Be Leased
    Underlying Asset
    • Proyek dalam APBN tahun 2015 dengan nilai dan spesifikasi sebagaimana tercantum dalam Dokumen Transaksi Aset
    • Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan/atau bangunan
    • Menteri Keuangan menetapkan rincian Proyek dan BMN yang akan digunakan sebagai Aset SBSN dalam rangka penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-007
    Issuer Perusahaaan Penerbit SBSN Indonesia
    Investor Individu Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki rekening di BSM
    Nilai Nominal Per Unit Rp1 juta
    Nilai Nominal Pemesanan pembelian Rp5 juta (5 unit) dan kelipatan Rp5 juta serta batas maksimum sebesar Rp 5 milliar
    Tenor 3 tahun
    Tradability Tradable, dengan holding period selama 1 (satu) periode kupon
    Kupon 8,25% p.a dan dibayarkan setiap bulan pada tanggal 11
    Masa Penawaran 23 Februari s.d. 6 Maret 2015 jam 10.00 WIB BSM hanya melayani pemesanan pembelian dari tanggal 23 Februari s.d. 5 Maret 2015, mulai jam 08.00 s.d. 13.00 WIB
    Tanggal Penerbitan 11 Maret 2015
    Tanggal Jatuh Tempo 11 Maret 2018
    Tanggal Penjatahan 9 Maret 2015
    Tanggal Setelmen 11 Maret 2015
    Tanggal Pencatatan di Bursa 12 Maret 2015
    Nominal Pelunasan At par (100%), bullet payment
    Agen Pembayar Bank Indonesia
    Subregistry Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui Partisipan/Nasabah Subregistry: Kustodian Bank Bukopin
    Pasar Perdana:
    • Biaya
    1. Biaya Materai untuk Pernyataan dan Kuasa dan Pembukaan Rekening Surat Berharga di Kustodian Bank Bukopin
    2. Biaya penyimpanan Efek di Kustodian Bank Bukopin sebesar 0.025% p.a minimum Rp5.000/bulan ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Biaya penyimpanan Efek dibayarkan setiap bulan dengan pemotongan secara langsung dari Imbalan/Kupon SR-007 yang diterima nasabah.
    • Pajak Pajak Kupon sebesar 15% (PPh Final)
    Pasar Sekunder:
    • Biaya Transaksi Rp25.000 per transaksi. Apabila nasabah ingin membeli SR-007 di Pasar Sekunder maka biaya ditambah dengan biaya-biaya yang dikenakan di Pasar Perdana.
    • Pajak capital gain dan kupon berjalan (accrued return) sebesar 15% (PPh Non Final), dikenakan apabila nasabah melakukan penjualan Sukuk Negara Ritel di Pasar Sekunder dan diperhitungkan pada SPT Tahunan.


Bookmark and Share