Layanan 24 jam

Berita

Mengintip Potensi Perbankan Islam di Hong Kong

Potensi perbankan Islam di Hong Kong dinilai cukup tinggi. Kuwait Finance House (KFH) Research menyebutkan tingginya potensi perbankan Islam di Hong Kong karena negara tersebut memiliki likuiditas tinggi, ekonomi bebas, kehadiran kuat dari bank asing dan sistem pajak sederhana. Hong Kong dianggap sebagai pintu gerbang ke Cina yang memiliki pasar kuat. Hong Kong mengeluarkan undang-undang yang mengatur sukuk. Hal ini membuat Hong Kong dapat menarik penerbitan sukuk.

Selain itu, Hong Kong juga mengadakan perjanjian kerja sama dengan Dubai untuk memperkuat kerja sama dalam mempromosikan danmengembangkan sektor perbankan syariah.

Hong Kong mengeluarkan undang-undang yang mengatur sukuk. Hal ini membuat Hong Kong dapat menarik penerbitan sukuk lebih dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia yang mengambil banyak inisiatif di Hong Kong selama enam tahun terakhir.

Kamar Dagang dan Industri Arab (ARABCCI) didirikan di Hong Kong pada 2006. ARABCCI menjadi organisasi untuk mempromosikan hubungan komersial dan kerja sama ekonomi dan bilateral yang lebih besar antara Hong Kong dan dunia Arab. Berbagai organisasi menyediakan platform untuk peningkatan jaringan perdagangan dan pemahaman bisnis. Anggotanya terdiridari perusahaan internasional dan organisasi pemerintah dalam bidang perdagangan.

Untuk mendukung inisiatif Pemerintah Hong Kong dalam mengembangkan keuangan Islam, SFC Hong Kong menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dubai Financial Services Authority (DFSA).

Kerja sama ini bertujuan pada pembangunan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia di bidang keuangan Islam, serta promosi dan pengembangan segmen masing-masing pasar modal syariah. Hong Kong berada di antara negara top dunia tujuan ekspor-impor. Pasalnya, perdagangan Hong Kong punya potensi besar di bidang likuiditas keuangan Islam. (Republika)


Bookmark and Share