Untuk Peradaban Mulia

Layanan 24 jam

Berita

KPR Syariah Tawarkan Kemudahan dan Kepastian

Bank syariah saat ini gencar mempromosikan KPR. Pada dasarnya, mengajukan KPR melalui bank konvensional atau bank syariah sama saja. Proses, dokumentasi, jaminan, dan evaluasi pembiayaannya sama. Perbedaannya adalah di bentuk akad awal dan tingkat suku bunga. Menurut Consumer Financing Group Head BRI Syariah, Sri Esti Kadaryanto berlaku akad murabahah jika menggunakan KPR syariah.

Harga jual rumah yang ditunjuk terdiri dari harga beli rumah tersebut ditambah margin yang ditetapkan oleh bank. “Jumlah inilah yang akan dibayarkan oleh konsumen melalui cicilan,” ujarnya kepada Republika, Selasa (25/9).

Kata Esti, bank membeli rumah tersebut, kemudian konsumen membayar pada bank setiap bulannya melalui cicilan. Kelebihan KPR syariah, menurutnya, adalah besaran bunga yang tetap hingga habis waktu pembayaran. “Besaran bunganya tidak fluktuatif seperti bank konvensional,” paparnya.

Hal ini sangat menguntungkan. Karena, penghasilan seseorang semakin lama akan semakin naik. Jika harus membayar cicilan yang besarannya tetap, maka orang tersebut bisa menyimpan sisa yang lebih banyak dari penghasilannya. Kelebihan lainnya adalah jangka waktu pembiayaan yang singkat. BRI Syariah sendiri mematok jangka waktu terlamanya adalah 15 tahun. “Penetapan jangka waktu ini agar tidak terlalu lama memberatkan konsumen karena jika jangka waktu pembayaran lebih lama, angsuran setiap bulannya juga tidak jauh berbeda,” ujarnya.

Berbagai kelebihan yang ditawarkan KPR syariah tersebut membuat prospek ke depan cukup menjanjikan. Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam T Saptono, mengatakan hingga kini saja porsi KPR syariah telah mencapai 50 persen. “Jadi, prospeknya sangat bagus,” ujar Imam.

Agar bisa merangkul lebih banyak konsumen, Imam mengungkapkan, pihaknya berusaha mempermudah jangkauan masyarakat. “Kami bantu perencanaan dan pengelolaan. Kami juga beri masukan berdasarkan kemampuan dan target yang akan dicapai nasabah,” ujarnya.

BNI Syariah juga akan membantu mengarahkan nasabah agar bisa membeli rumah sesuai kemampuannya. Tidak main-main, BNI Syariah menargetkan bisa menjaring 10 ribu nasabah melalui program KPR yang diberi nama Griya IB Hasanah, tahun ini. Target dana yang akan digelontorkan mencapai Rp3 triliun. Hingga Agustus lalu sudah dikucurkan Rp2,8 triliun.

Kelas menengah

Bank Syariah Mandiri (BSM) juga menyediakan layanan pembiayaan KPR bagi nasabahnya. Level yang disasarnya adalah untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, yaitu masyarakat yang membutuhkan rumah primer. Dengan segala kemudahan dan pelayanan yang lebih baik, menurut Kepala Divisi Pembiayaan Konsumen BSM, Rustanti, pihaknya yakin bisa mencuri porsi masyarakat yang biasanya melakukan pembiayaan KPR di bank konvensional.

Kelebihan yang diberikan di antaranya ketika akan melakukan pelunasan sebelum jangka waktu pembiayaan berakhir, nasabah tidak dikenakan pinalti. “Kelebihan ini dilakukan agar nasabah tidak merasa rugi,” ujarnya.
Selain itu, kelebihan lain yang diunggulkan adalah pricing, atau jika di dalambank konvensional disebut bunga, yang tetap hingga akhir waktu pembiayaan. “Ini membuat nasabah tidak deg-degan, takut nanti misalnya lima atau sepuluh tahun ke depan tiba-tiba harus membayar angsuran lebih besar,” kata Rustanti.

Masa pembiayaan yang ditetapkan oleh BSM maksimal 15 tahun. Down payment (DP) yang ditetapkan adalah sesuai ketentuan Bank Indonesia, yaitu 30 persen. “Namun, nasabah bisa membayar 10 persen dengan syarat tertentu,” katanya.

Dengan segala kelebihan ini, menurut Rustanti, masyarakat yang banyak memanfaatkan fasilitas ini adalah mereka yang ingin memiliki rumah primer, yaitu rumah pertama untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. “Paling banyak adalah yang rumah seharga di bawah Rp 500 juta,” paparnya. (Republika)


Bookmark and Share