Layanan 24 jam

Berita

Bank Syariah Butuh 20.000 SDM

Kepala Departemen Perbankan Syariah BI Edy Setiadi mengatakan perguruan tinggi nasional yang berkaitan dengan syariah diharapkan bisa mencetak SDM khususnya untuk perbankan umum syariah.
”Kami berharap, perguruan tinggi dapat memetakan dan mengedukasi SDM, agar memiliki keahlian dalam keuangan dan perbankan syariah,” ujar Edy di sela-sela pembukaan Forum Riset Perbankan Syariah (FRPS) di Makassar, Selasa (26/6).

Berdasarkan data situs Bank Indonesia per April 2012, bank syariah berjumlah 11 unit dengan 1.457 kantor, sedangkan bank umum konvensional yang memiliki unit usaha syariah sebanyak 24 bank dengan 434 kantor.
Adapun, bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS) sebanyak 155 dengan 376 kantor. Total aktiva perbankan syariah per April 2012 mencapai Rp144,28 triliun dari posisi Maret 2012 Rp151,86 triliun, sedangkan jumlah dana pihak ketiga mencapai Rp114,02 triliun dari Maret Rp119,64 triliun.
Forum Riset Perbankan Syariah ke-5 tersebut digelar oleh IAEI hasil kerja sama dengan UMI Makassar yang didukung oleh Bank Indonesia.

Menurutnya, FRPS diharapkan dapat memberikan ide dan rekomendasi segar, dalam program pengembangan industri perbankan syariah nasional, media komunikasi dan berbagi ilmu pe-ngetahuan akademisi dan lembaga riset, untuk ikut serta dalam pengembangan industri perbankan syariah nasional.
“Ini juga menjadi parameter untuk mengukur kedalaman pengetahuan, dan keahlian para akdemisi dan lembaga penelitian dalam melakukan riset-riset perbankan syariah.” katanya.

Bank Indonesia berharap forum tersebut bisa diselenggarakan setiap tahun secara berkesinambungan, dengan terus berupaya meningkatkan kualitas hasil dan efektivitas penyelenggaraan. Menurutnya, kegiatan ini juga penting bagi BI karena setiap kebijakan yang dilakukan olehpihaknya, selalu dilandasi oleh hasil riset dan penelitian.

Hasil Riset

Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia Abbas Gazali mengungkapkan FRPS 2012 merupakan inisiatif dari Departemen Perbankan Syariah BI untuk mengakomodasi kegiatan penelitian di lingkungan perbankan syariah. Pada penyelenggaraan forum kali ini, terdapat 148 hasil makalah penelitian yang masuk, atau meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan penyelenggaraan forum sebelumnya. Hasil seleksi awal, dari 148 makalah yang masuk, 105 di antaranya dinilai memenuhi persyaratan.

Kemudian dari 105 tersebut, dipilih menjadi 12 terbaik yang enam di antaranya untuk kategori pemula, dan enam kategori madya- “Isi makalah tersebut cukup bervariasi, dan penuh dengan konsep-konsep baru,” ujar Abbas.

Forum yang digelar selama dua hari, yaitu 26 dan 27 Juni, diisi oleh pelantikan IAEI Timur Indonesia, seminar, diskusi, dan panel dari akademisi dan praktisi perbankan. Adapun, pada hari kedua, akan diselenggarakan simposium dalam empat kelas paralel di mana 12 finalis akan mempresentasikan hasil penelitian.

Diharapkan forum bertema Meningkatkan Daya Saing Perbankan Syariah Guna Mendukung Stabilitas Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang digelar di Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, akan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru dalam pengembangan perbankan syariah.

Forum riset yang merupakan kelima kalinya sejak 2010 ini, dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa dan praktisi keuangan syariah dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. (k46)(rsdaksi @bisnis.co.id)


Bookmark and Share