Untuk Peradaban Mulia

Layanan 24 jam

Berita

BSM Kaji Penerbitan Kartu Pembiayaan

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) tengah mengkaji penerbitan kartu pembiayaan, semacam kartu kredit pada bank konvensional. Menurut rencana, menerbitkan kartu pembiayaan tersebut dilakukan pada 2013. “Penerbitannya belum tahun ini, kalau kajiannya masuk kemungkinan 2013,” ungkap Dirut BSM Yuslam Fauzi.

Ia mengatakan, dalam penerbitan kartu ini, perseroan akan menggandeng bank induknya, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank induk tersebut dinilai sudah berpengalaman dalam bisnis kartu kredit.
Menurut Yuslam, melalui penerbitan kartu pembiayaan ini, perseroan ingin meningkatkan pertumbuhan bisnis ritel. Hingga 2011, pembiayaan ritel serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UM KM) perseroan mencakup 70% dari total pembiayaan.

Sedangkan sisanya, lanjut dia, adalah pembiayaan korporasi. Sedangkan total pembiayaan BSM hingga akhir 2011 mencapai Rp36,6 triliun, naik 52,69% dibandingkan akhir 2010 yang sebesar Rp23,97 triliun.
Sebelumnya, Direktur BSM Amran Nasution menyebutkan, laba BSM meningkat di atas 29% dibandingkan akhir 2010 yang tercatat Rp 418,52 miliar. Amran menambahkan, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp800 miliar pada 2012.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan laba perseroan didorong oleh ekspansi bisnis, terutama pada pembiayaan dan layanan perbankan lainnya. Selain itu, kata Amran, peningkatan laba juga didorong oleh pendapatan berbasis komisi (fee based income). Meski tidak menyampaikan berapa pertumbuhannya, namun fee based income memiliki porsi sekitar 20% dari seluruh pendapatan.

BSM bukanlah pemain pertama dalam industri kartu pembiayaan. Sebelumnya, telah ada PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah yang memiliki produk kartu pembiayaan dengan nama Hasanah Card.
Direktur Bisnis BNI Syariah Bambang Widjanarko menjelaskan, pada 2012 ini perseroan menargetkan transaksi Hasanah Card seebsar Rp150 miliar. Hingga Desember 2011, transaksi Hasanah Card mencapai Rp50 miliar.

“Kami optimistis bisa mencapai target, karena kartu pembiayaan syariah baru sedikit di Indonesia,” jelas Bambang. Bambang menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, perseroan akan meningkatkan kerja sama, di antaranya dengan travel agensi, homestay untuk anak sekolah, dan beberapa merchant
Perseroan bisa meningkatkan pendapatan berbasis biaya (fee based income) dengan keberadaan adanya Hasanah Card. Fee based income menjadi penopang laba pada 2011 yang mencapai Rp66 miliar atau meningkat dibanding 2010 yang sebesar Rp36 miliar. (Republika)


Bookmark and Share