Layanan 24 jam

Berita

Murabahah Emas Jadi Sarana Investasi

DSN-MUI mengusulkan adanya produk murabahah emas di bank syariah. Produk tersebut dapat digunakan masyarakat untuk berinvestasi dengan kepemilikan emas. Ketua DSN-MUI Ma’ruf Amin mengatakan, pihaknya telah meminta BI untuk membuat peraturan terkait produk murabahah emas di bank syariah. Hal ini karena fatwa murabahah emas telah dikeluarkan DSN-MUI, yakni fatwa No 77.

Produk murabahah emas tersebut pada prinsipnya seperti jual beli emas. Ma’ruf mengatakan, masyarakat dapat membeli emas dengan cara membayar cicilan di bank setiap bulan. “Produk ini juga bisa untuk investasi masyarakat,” tuturnya.

Ma’ruf mengaku, BI sudah menyampaikan ke DSN-MUI, peraturan murabahah emas akan segera dibuat. Ditargetkan, peraturan tersebut sudah dapat diberlakukan pada 2012. (Republika)

Pemberlakuan produk murabahah emas tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin investasi dalam bentuk emas. Dengan produk itu, gadai emas di bank syariah diharapkan tidak lagi digunakan untuk investasi yang mengarah ke spekulasi. Untuk menghilangkan spekulasi tersebut, BI tengah menyusun aturan gadai emas di bank syariah.

Salah satu instrumen transaksi gadai syariah yang akan diatur BI terkait dengan plafon pembiayaan per nasabah. Maruf mengatakan, pihaknya telah mengusulkan ke BI agar plafon pembiayaan tidak terlalu kecil. “Jangan cuma Rp 100 juta,” ujarnya.

Dia beralasan plafon pembiayaan yang terlalu kecil akan menurunkan pembiayaan bank syariah. Merosotnya pembiayaan ini dinilai akan berpengaruh pada bisnis bank syariah. “Plafon antara Rp 200-250 juta itu masih bagus,” tegasnya.

Ditemui sebelumnya, Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya Effendi Siregar mengakui, DSN-MUI meminta peraturan terkait murabahah emas. “Iya (sudah meminta peraturan), tapi apa akan ada peraturannya, sedang dalam pembahasan.”

Ia mengemukakan, murabahah emas dapat menjadi sarana investasi masyarakat. Akan tetapi, nasabah tidak bisa menghentikan cicilan di tengah. “Kalau mau memiliki emas bisa dengan produk murabahah itu.”

Bank yang akan membuat produk tersebut, kata dia, tinggal mengajukan izin ke BI. “Fatwanya sudah ada. jadi tinggal ajukan izin,” tuturnya.


Bookmark and Share