Hingga akhir Mei 2011, total aset industri mencapai Rp104 triliun, tumbuh 30% secara year on year (yoy). Sampai akhir Mei tahun ini, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah mencapai sekitar Rp64 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 35% dibanding periode sama tahun lalu. Hal tersebut diungkapkan Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya E Siregar.
Dia mengatakan, pertumbuhan bisnis perbankan syariah juga terlihat pada akhir 2010 yang mencapai 47%. “Pembiayaan bank-bank syariah di Indonesia pada akhir Maret lalu (kuartal 1-2011) mencapai Rp74 triliun. Sebanyak 70% dikontribusi oleh pembiayaan UMKM. Sisanya yakni 30% disumbang oleh pembiayaan korporasi. Secara year on year (yoy), pertumbuhan pembiayaan pada kuartal 1-2011 sekitar 38% papar dia.
Secara yoy, ujar Mulia, pertumbuhan perbankan syariah sangat baik. Akan tetapi, jika dilihat secara year to date, pertumbuhannya sedikit agak melambat Tapi, saya rasa, memasuki semester 11-2011 pertumbuhannya akan meningkat lagi. Selain itu, perlu dicatat, financing to deposit ratio (FDR) perbankan syariah di Indonesia cukup tinggi, yaitu 90%. Jadi, ini menunjukkan perbankan syariah berkontribusi menggerakkan ekonomi riil,” jelas dia.
Dia juga menilai keberadaan index syariah di bursa efek merupakan hal yang positif. “Dengan adanya index syariah, masyarakat bisa mempertimbangkan penempatan dana di dalam bentuk saham syariah. Dengan demikian, masyarakat memiliki altematif menempatkan dana mereka. Selain itu, kalau nantinya bank syariah? public, prosesnya juga akan menjadi mudah,” tandas dia.
Sementara itu, mengenai saham Bank Kesawan yang dibeli pihak asing, dia menegaskan, bahwa bank tersebut sudah dibeli oleh Qatar National Bank. “Itu kan sudah lama dibeli pihak asing. Untuk konversi menjadi syariah, itu juga belum ada perkembangan lagi. Di sisi lain, itu kan bukan kewenangan BI. Terserah pemilik mau konversi syariah atau tetap konvensional. Tetapi, kami sebagai bank sentral harus berlaku netral. Kami hanya memfasilitasi,” jelas dia.
Dia menambahkan, akhir tahun lalu, Bank Kesawan sudah melapor kepada BI mengenai keinginan untuk spin offunit syariah. (cl3/Investor daily)