Untuk Peradaban Mulia

Layanan 24 jam

Berita

KPR Syariah Terus Ekspansi

Pertumbuhan ekonomi di 2011 diprediksi makin baik dibandingkan tahun lalu yakni sekitar 6 persen. Ini akan membawa pengaruh besar ke berbagai sektor, termasuk properti. Kepala Divisi Pembiayaan Konsumer Bank Syariah Mandiri (BSM) Rustanti Rachmi mengatakan, tahun ini sektor properti khususnya perumahan diperkirakan akan tumbuh sekitar 10 hingga 15 persen.
“Jadi pertumbuhannya cukup signifikan,” ujarnya kepada Republika, pekan lalu. Pertumbuhan properti tersebut berpengaruh terhadap kenaikan kredit pemilikan rumah (KPR). Sebab mayoritas konsumen properti di Indonesia memanfaatkan fasilitas KPR dari bank, baik konvensional maupun syariah.
“Pertumbuhan properti berpengaruh ke KPR BSM. Ini karena pembiayaan perumahan merupakan salah satu potensi market yang dibidik BSM guna menopang pencapaian target pembiayaan konsumerdi 2011,” ujar wanita yang akrab disapa Tanti ini.
Senada, Direktur Pengembangan Bisnis BRI Syariah Ari Purwandono mengatakan, permintaan akan rumah otomatis akan tumbuh sebab orang yang ingin memiliki rumah semakin banyak.
“Meski permintaan tinggi, namun suplainya tidak bisa mengimbangi,” katanya.
Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) akan memanfaatkan momentum pertumbuhan properti tahun ini dengan makin menggenjot penyaluran KPR, baik subsidi maupun komersial. Ini berlaku untuk KPR konvensional dan syariah. Menurut Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro, dari total penyaluran kredit BTN, sekitar 60 persen atau Rp36 triliun di antaranya merupakan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Sampai saat ini, pangsa pasar BTN untuk pembiayaan rumah sejahtera bersubsidi mencapai 97 persen. Sedangkan sisanya merupakan KPR nonsubsidi,
“Tahun ini kami mematok target bisa membiayai 120 ribu unit rumah. Dari angka itu KPR Syariah diharapkan bisa membiayai 3.230 unit. Adapun total nilai kredit yang akan tersalurkan diprediksi mencapai Rp 5,98 triliun termasuk Rp 181 miliar untuk KPR Syariah,” papar Iqbal.
Persaingan ketat
Saat ini semakin banyak bank yang menawarkan KPR syariah. Sebab pasarnya semakin tumbuh. Inimembuat persaingan semakin ketat. Untuk menghadapi persaingan itu, kalangan perbankan memiliki strategi jitu untuk menguasai pasar.
Rustanti Rachmi menjelaskan, salah satu cara yang dilakukan BSM adalah dengan melakukan ekspansi. Antara lain memperbanyak kerja sama dengan pengembang, termasuk pengembang menengah atau kecil yang membangun rumah dalam jumlah sedikit.
“Dengan strategi tersebut kami menetapkan target penyauran KPR BSM di 2011 sebesar Rp 600 miliar. Angka ini naik 50 persen dari realisasi di 2010 yang sebesar Rp 400 miliar,” ungkapnya.
Strategi yang sama juga dilakukan oleh BRI Syariah. Menurut Ari Purwandono, pihaknya juga akan semakin dinamis mengejar pasar. Caranya lebih mendekatkan diri kepada para pengembang perumahan untuk melakukan kerja sama.
“Kami juga rajin mendatangi para pengembang dan mengikuti expo properti,” katanya.
Ari menjelaskan BRI Syariah juga akan melakukan ekspansi yang cukup besar di tahun ini. Tujuannya untuk mempertahankan pasar. Tahun ini pihaknya akan melakukan percepatan proses kredit.
“Sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk proses kredit. Namun dengan sistem IT baru yang akan digunakan oleh BRI Syariah, proses kredit bisa selesai dalam waktu lima hari,”jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penetrasi market yangtidak hanya untuk kota-kota besar tapi juga mulai memasuki kota kedua. Untuk Pulau Jawa misalnya, BRI Syariah akan memasuki kota Magelang, Kudus, Jombang dan sejumlah kota lainnya.
“Kota kedua ini prospeknya bagus tapi tidak banyak perbankan yang masuk. Jadi pemainnya sedikit. Kami optimistis bisa,” ungkap Ari.
Dengan strategi tersebut, pihaknya menetapkan target penyaluran KPR sebesar Rp 700 miliar. Angka ini tidak berubah dibandingkan tahun lalu. “Tidak ada peningkatan. Karena banyak persaingan, tak hanya sesama bank syariah, tapi juga bank konvensional. Mereka ramai-ramai turunkan suku bunga dan juga memberikan bunga flat yang awalnya adalah unggulan KPR syariah. Jadi jika bisa mencapai angka itu juga sudah baik,” tandasnya.
Produk Unggulan
Masing-masing bank syariah mengeluarkan produk KPR unggulan untuk menarik minat konsumen. Menurut Rustanti, KPR Syariah BSM memiliki sejumlah keunggulan. Antara lain jangka waktu pembiayaan sampai dengan 15 tahun, margin kompetitif dan tetap, serta pelunasan dipercepat tidak dikenakan pinalti.
KPR tersebut bisa untuk pembiayaan rumah, apartemen, dan kavling siap bangun dengan margin setara 12 persen. “Dengan produk tersebut target market kami terutama adalah nasabah berpenghasilan tetap,” ujar Tanti.
Sedangkan BRI Syariah menawarkan produk unggulan berupa KPR Mantap atau KPR Margin Tetap yang bisa membiayai kepemilikan rumah, apartemen, dan kavling. Menurut Ari, range KPR yang bisa dikeluarkan BRI Syariah Rp 50 juta hingga Rp 3 miliar untuk semua segmentasi. Namun, untuk saat ini nasabah yang menggunakan jasa KPR BRI Syariah sebagian besar adalah kelas menengah ke bawah dengan pinjaman sekitar Rp 200 juta.
“Dari 8 ribu account kami, sekitar 80 persennya ada di segmen menengah ke bawah,” ujar Ari.
(ed anjar fahmianto/Republika)


Bookmark and Share