Lebih Adil dan Menenteramkan

Layanan 24 jam

Berita

Bank Syariah Berpeluang Salurkan KUR

Kementerian Negara Koperasi dan UKM membuka peluang bagi perbankan syariah yang ingin menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR). Sejauh ini, baru Bank Syariah Mandiri (BSM) yang menjadi satu-satunya bank syariah pelaksana KUR.

Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Choirul Djamhari, mengatakan, seiring kian banyaknya bank syariah bermunculan, pihaknya akan melihat minat bank syariah jika memang tertarik dalam penyaluran KUR. “Tetapi, selain itu, jika kebijakan juga memandang perlu (menambah bank syariah sebagai pelaksana KUR), tentu kita akan melakukan. Namun, sekarang belum ada permintaan,” tandas Choirul.

BSM termasuk salah satu bank angkatan pertama yang dilibatkan sebagai pelaksana KUR karena untuk melengkapi variasi layanan masyarakat yang berbasis syariah. Kini, Kementerian Negara Koperasi dan UKM terus mendorong BSM untuk terus melakukan konsolidasi internal dan menjalin program kemitraan dengan koperasi jasa keuangan syariah (KJKS), Baitul Maal wat Tamwil (BMT), maupun Baitul Qiradh.

Choirul mendorong penyaluran KUR oleh BSM lebih berimbang antarasektor,misalnya perdagangan, jasa, dan pertanian. Ia melihat adanya kendala seperti ruang lingkup bisnis BSM belum menjangkau ke wilayah sampai kecamatan dan masih terkonsentrasi di kota besar. Menurut Choirul, BSM diharapkan banyak berperan, terutama di basis masyarakat Muslim yang dominan.

“Ini merupakan masalah klasik dan saya yakin ini hanya kendala teknis. Karena itu, kami menyarankan agar BSM melakukan konsolidasi internal dan menjalin kerja sama dengan KJKS, BMT, atau Baitul Qiradh,” kata Choirul saat dihubungi Republika, Kamis (2/9).

Ia pun meyakini sumber daya esisting BSM saat ini masih mampu meningkatkan jangkauan layanan hingga ke daerah-daerah yang potensial dimasuki BSM. Di sisi lain, ia pun mendorong BSM menjalin kerja sama dengan lembaga keuangah mikrosyariah lainnya yang terseleksi. “Jumlah KJKS, BMT, Baitul Qiradh banyak dan tersebar. Sebagian juga sudah berpengalaman, jadi BSM bisa menjalin linkage program dengan mereka,” cetus Choirul.

Relaksasi Baru-baru ini, pemerintah pun melakukan relaksasi terhadap penyaluran KUR. Pembiayaan KUR mikro tanpa agunan yang sebelumnya maksimal Rp 5 juta diperluas menjadi Rp 20 juta, sementara plafon KUR ritel dari minimal Rp 5 juta menjadi Rp 20 juta. Choirul menuturkan, hal tersebut dilakukan agar banyak yang tertarik untuk memanfaatkan KUR sehingga dapat mencapai target Rp 13,5 triliun pada akhir 2010.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya pun terus memerhatikan suku bunga KUR.

“Kita berusaha menurunkan suku bunga, tapi itu kan juga berkaitan dengan segala aspek, seperti SBI (Sertifikat BI), inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga pinjaman antarbank, dan juga dengan suku bunga pinjaman lain,” kata Choirul.

Saat ini untuk KUR mikro bunga yang dikenakan maksimal 22 persen dan KUR ritel 14 persen. Berda-sar data Kemenkop dan UKM, sampai 31 Juli penyaluran KUR BSM mencapai Rp 127,21 miliar kepada 433 debitur.

Choirul menuturkan, target BSM yang ditetapkan untuk penyaluran KUR sebesar Rp 450 miliar. Di sisi pembiayaan macet, rata-rata penyaluran KUR tercatat 5,11 persen.

(ed yeyen rostiyani) (Republika)


Bookmark and Share