BSM Bidik Aset Rp 30 T
Bank Syariah Mandiri (BSM) berharap, setidaknya dapat mencapai aset sekitar Rp30 triliun pada akhir 2010. Hingga Juli 2010, aset tersebut telah mencapai Rp 26 triliun. Direktur Utama BSM, Yuslam Fauzi, mengatakan, BSM menargetkan pertumbuhan minimal 25 persen pada tahun ini.
Pada akhir 2009, BSM memiliki aset Rp22,04 triliun sehingga setidaknya aset ditargetkan mencapai Rp27,5 triliun pada akhir 2010. Pencapaian sampai Juli ini pun sesuai target. Hal itu membuat target diyakini dapat melambung ke angka Rp 30 triliun.
“Perkembangan kinerja pada tahun ini sesuai program yang kita canangkan awal tahun. Namun, insya Allah, harapan kita, aset setidaknya Rp30 triliun pada akhir 2010,” kata Yuslam, beberapa waktu lalu.
Untuk lebih menggenjot kinerja tahun ini, BSM pun terus memperluas jaringannya. Yuslam menuturkan, setelah membuka sekitar 80 outlet kantor pada semester I 2010, selanjutnya BSM membuka 50 outlet kantor dalam semester II
2010. Kantor cabang yang baru-baru ini dibuka adalah kantor cabang di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Total outlet BSM per 5 Agustus 2010 mencapai 427 dengan perincian sebagai berikut 84 Kantor Cabang, 174 Kantor Cabang Pembantu, 39 Kantor Kas, 52 Kantor Layanan Syariah, 51 Payment Poin, 13 Kas Keliling, 14 Gerai Online.
Akhir-akhir ini, BSM memang lebih ekspansif membuka jaringan di Indonesia bagian timur. Sebelumnya, BSM membuka kantor cabang penuh di Palangka Raya, Kalimantan Tengah; Sorong, Papua Barat; Mamuju, Sulawesi Barat; dan Ternate, Maluku Utara. Untuk kawasan timur Indonesia, BSM telah memiliki 38 outlet yangtersebar di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Mengenai adanya peluang bank konvensional dapat menjadi agen produk bank syariah, Yuslam menyambut baik hal itu. “Kami memiliki induk perusahaan yang sangat mendukung BSM dan mudah-mudahan kita bisa manfaatkan peluang agen itu dengan baik,” jelas Yuslam.
Kendati pihaknya belum menentukan waktu untuk membuka agen di kantor induknya, BSM memiliki peluang ke arah sana. BSM, papar Yuslam, telah memiliki kantor layanan syariah di Bank Mandiri. Namun, SDM yang ditempatkan di kantor tersebut adalah SDM BSM.
BSM tetap memfokuskan bisnisnya di UMKM tahun ini. Per semester 12010, porsi pembiayaan UMKM BSM adalah 62,52 persen dan sisanya 37,48 persen untuk korporasi. Salah satu produk pembiayaan UMKM yang.diandal-kan adalah Warung Mikro BSM.
Direktur BSM, Hanawjaya, mengatakan, saat ini telah terdapat 80 outlet kantor BSM yang melayani pembiayaan Warung Mikro. “Pembiayaannya sudah mencapai sekitar 200 miliar dan tahun ini kita targetkan setidaknya mencapai Rp 400 miliar,” kata Hanawijaya.
(ed yeyen rostiyani)(Republika)