Untuk Peradaban Mulia

Layanan 24 jam

Berita

Dongkrak DPK BSM Rangkul Merchant

Bank Syariah Mandiri (BSM) menggenjot jumlah basis nasabah dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dengan memberikan nilai tambah bagi pemegang kartu BSM melalui kerja sama dengan sejumlah merchant. Per Juni 2010 DPK BSM tercatat Rp 23,3 triliun. Direktur BSM, Sugiharto, mengatakan, kerja sama dengan sejumlah merchant mitra BSM merupakan bentuk pengembangan produk dan layanan kepada nasabah.
“Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menjaring nasabah baru dan seluruh kantor cabang dapat mengembangkan bisnis ini,” kata Sugiharto saat penandatanganan perjanjian kerja sama antara BSM dan mitra bisnis dalam rangka program BSM Merchant Discount di Gedung BSM, Rabu (28/7). Pada semester dua ini, lanjutnya, diharapkan perkembangan bisnis BSM pun menjadi semakin baik. Dengan kondisi perekonomian yang terlihat stabil, ujar Sugiharto, pada semester II ini BSM pun akan lebih agresif masuk ke pasar.
Dari sisi DPK sebagian besar berasal dari dana murah (tabungan dan giro) sebesar 60,82 persen, dengan rincian tabungan 34,24 persen dan giro 26,58 persen. Sementara sisanya di deposito 39,18 persen. “Untuk penghimpunan DPK BSM juga lebih fokus ke dana konsumer ritel, seperti tabungan dan giro,” kata Sugiharto.
Ia menambahkan, saat ini BSM telah memiliki 423 outlet jaringan. Dari beberapa kantor cabang baru yang dibuka pada semester 1 2010 rata-rata setiap satu kantor cabang baru berhasil menghimpun dana Rp10 miliar pada bulan pertamanya. Setelah membuka sejumlah kantor cabang di semester I 2010, kata Sugiharto, BSM pun belum berencana membuka jaringan kantor baru di sisa tahun ini.
Sebelumnya, BSM menargetkan pertumbuhan minimal 25 persen di tahun ini dari pencapaian akhir tahun lalu. Pada.akhir 2009 BSM mencatat DPK Rp 19,3 triliun, sehingga minimal DPK dapat mencapai Rp 24,1 triliun pada akhir 2010.
Loyalitas nasabah
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Produk BSM, Dewa Bagus Ivan Baruna, mengatakan, pada semester dua ini pihaknya fokus dalam melengkapkan produk dan memberi gimmick pada sejumlah produk. “Untuk penghimpunan dana kita fokus ke dana ritel. Kerja sama dengan merchant ini juga bertujuan meningkatkan loyalitas nasabah,” jelas Ivan.
Ia memaparkan, saat ini BSM telah menjalin kerja sama dengan 100 merchant, yang di antaranya berupa toko buku, hotel, biro perjalanan, laboratorium, pusat perbelanjaan, toko aksesoris, dan restoran. Sampai akhir tahun ini, tambah Ivan, BSM menargetkan dapat bekerja sama dengan 300 merchant.
Ivan mengungkapkan, kini BSM memiliki jumlah nasabah tabungan sebanyak 1,9 juta orang, dari total nasabah DPK sekitar dua juta. Dari jumlah nasabah tabungan tersebut hampir 900 ribu orang merupakan pemegang kartu ATM BSM.
“Tidak semua nasabah tabungan memiliki kartu BSM karena memang ada produk tabungan seperti tabungan pendidikan yang tidak disediakan kartu ATM, sementara ada juga nasabah yang memang tidak ingin memakai kartu ATM,” tandas Ivan.
Namun, lanjut dia, setidaknya sampai akhir tahun ini ditargetkan pemegang kartu ATM BSM mencapai satu juta orang. Dalam penandatanganan kerja sama BSM hari ini terdapat lima merchant yang mewakili, yaitu Shafira, Paparons Pizza, Sea World, Optik A Kasoem, dan Laboratorium Prodia.
Pada Juni 2010 (unaudited) aset BSM sebesar Rp26,39 triliun dan pembiayaan Rp19,87 triliun. Di sisi pembiayaan BSM tetap fokus ke usaha kecil dan menengah dengan porsi 62,52 persen. Per 23 Juli 2010 outlet BSM mencapai 423 unit, dengan rincian 84 kantor cabang, 167 kantor cabang pembantu, 42 kantor kas, 52 kantor layanan syariah, 51 payment point, 13 kas keliling, dan 14 gerai online.
(ed yeyen rostiiyani)(Republika)


Bookmark and Share